Contoh Laporan

MASSA JENIS ZAT PADAT BENTUK TAK KONTINU
DAN MASSA JENIS ZAT CAIR

ABSTRAK

Percobaan massa jenis zat padat bentuk tak kontinu dan zat cair bertujuan untuk menentukan massa jenis zat padat bentuk tak kontinu (kuningan) dan massa jenis zat cair (gliserin) dengan menggunakan neraca Archimedes. Metode yang digunakan adalah menimbang massa benda di udara, di air dan di dalam zat cair (gliserin) dengan menggunakan neraca archimedes. Dari hasil percobaan diperoleh Percobaan menentukan massa jenis kuningan sebesar (8,40  0,07) gr/cm3 dan massa jenis gliserin sebesar (1,210,02) gr/cm3 dengan taraf ketidakpastian berturut-turut sebesar 1,87% dan 1,81%. Hasil tersebut belum sesuai dengan nilai teoritis massa jenis kuningan (8,6 gr/cm3) dan gliserin (1,26 gr/cm3) dikarenakan beberapa faktor diantaranya pengaruh suhu ruang (32C) dan tekanan udara ruang (750 mmHg) yang belum standar, kesulitan menyeimbangkan neraca archimedes, ketelitian dalam melihat skala pada neraca Archimedes, serta gliserin yang digunakan terkontaminasi oleh air. Namun kami berharap percobaan ini dapat bermanfaat sebagai pembanding dalam percobaan yang sama dengan metode yang berbeda.

I.       PENDAHULUAN

Penentuan nilai massa jenis suatu zat padat dan massa jenis zat cair dapat dilakukan dengan menggunakan banyak metode. Salah  satu diantaranya adalah dengan menggunakan neraca Archimedes yaitu dengan memanfaatkan gaya tekan ke atas yang ditimbulkan oleh air maupun zat cair sehingga dapat ditentukan besarnya massa benda bentuk tak kontinu di udara, air maupun zat cair. Untuk memahami penggunaan metode ini maka dilakukan percobaan menentukan massa jenis zat padat bentuk tak kontinu dan massa jenis zat cair dengan menggunakan neraca Archimedes.

Berdasarkan latar belakang di atas dapat diambil suatu rumusan masalah sebagai berikut: ”Berapakah nilai massa jenis zat padat bentuk tak kontinu dan massa jenis zat cair dengan menggunakan neraca Archimedes?”

Adapun tujuan percobaan ini adalah memahami dan trampil menggunakan neraca Archimedes dan dapat menentukan massa jenis zat padat bentuk tak kontinu dan massa jenis zat cair dengan menggunakan neraca Archimedes

II. KAJIAN TEORI

Menurut hukum Archimedes suatu benda yang berada dalam zat cair akan mendapatkan gaya ke atas sebesar berat zat cair yang dipindahkan.

Jika suatu benda ditimbang di udara massanya m1 kemudian ditimbang di air murni massanya m2 maka gaya tekan ke atas di dalam air adalah :

        FA (air murni) = (m1 – m2 ) g    …………………………… 2

Jika di dalam zat cair tertentu massanya m3 maka gaya tekan ke atas di dalam zat cair tersebut:

        FA (zat cair) = (m1 – m3 ) g        ……………………………           3

Karena massa jenis air murni 1 gr/cm3 penggabungan persamaan (1) dan (2) menghasilkan

        r(benda)   = m2/(m1 – m2)   dengan satuan    gr/cm3  ………..…         4

Sedangkan penggabungan persamaan (1), (2) dan persamaan (4) menghasilkan :

        r(zat cair)   = (m1 – m3)/(m1 – m2)    dengan satuan    gr/cm3    …..      5

III.METODE PERCOBAAN

A.    Alat dan Bahan

  1. Neraca Archimedes                                         4. Air murni
  2. Beker Gelas                                                     5. Zat cair lain (gliserin)
  3. benda bentuk sembarang (bahan sama)          6. Benang
  1. Variabel yang Digunakan

Variabel manipulasi     : m1

Variabel respon           : m2 dan m3

Variabel kontrol          : Jenis benda padat dan zat cair

Langkah Percobaan

Mengkalibrasi neraca Archimedes yang akan digunakan. Menimbang massa benda di udara, di air dan zat cair dengan neraca Archiemedes yang masing-masing tercatat sebagai m1, m2 dan m3. langkah tersebut diulangi lima kali dengan massa benda yang berbeda (jenis sama). Data pengukuran yang diperoleh digunakan untuk menentukan massa jenis zat padat bentuk tak kontinu dan massa jenis zat cair dengan menggunakan persamaan (4) dan (5).

 

IV.    DATA DAN ANALISIS

A.    Data

Adapun data yang diperoleh selama percobaan adalah sebagai berikut :

Perc

Ke

Massa Benda

Di Udara

(m1 ± 0,01)gr

Di dalam Air

(m2 ± 0,01)gr

Di dalam Zat Cair

(m3 ± 0,01)gr

1

25,12

22,21

21,58

2

40,13

35,45

34,57

3

50,00

44,00

42,78

4

50.49

44,65

43,27

5

61,71

53,40

51,80

Catatan : bahan kuningan dan zat cair (gliserin)

 

B.     Analisis

Dari data di atas dengan menggunakan persamaan

r(benda)   = m2/(m1 – m2)      dan      r(zat cair)   = (m1 – m3)/(m1 – m2)

diperoleh massa jenis zat padat dan massa jenis zat cair pada masing-masing percobaan sebagai berikut (lihat lampiran 1)

No

r(benda)   = m2/(m1 – m2)

(gr/cm3)

r(zat cair)   = (m1 – m3)/(m1 – m2)

(gr/cm3)

1

8,63

1,216

2

8,58

1,188

3

8,33

1,203

4

8,75

1,336

5

8,31

1,218

Selanjutnya dengan menggunakan standard deviasi diperoleh nilai massa jenis benda padat bentuk tak kontinu sebesar (8,40 ± 0,07) gr/cm3 dan massa jenis zat cair (gliserin) sebesar (1,21±0,02) gr/cm3 dengan ketidakpastian berturut-turut 1,87% dan 1,81%.

Adapun nilai massa bahan kuningan secara teoritis adalah 8,6 gr/cm3 dan massa jenis gliserin secara teoritis adalah 1,26 gr/cm3

DISKUSI

Hasil pengukuran massa jenis kuningan sebesar (8,40 ± 0,07) gr/cm3 dan massa jenis zat cair (gliserin) sebesar (1,21±0,02) gr/cm3  ternyata   berbeda  dengan  nilai  teoritis bahan     kuningan (8,6 gr/cm3) dan gliserin (1,26 gr/cm3) dikarenakan oleh beberapa faktor diantaranya pengaruh suhu ruang saat percobaan sebesar 32°C dan tekanan udara ruang sebesar 750 mmHg, padahal nilai teoritis di atas hanya diperoleh dalam keadaan standar (25°C, 760 mmHg). Sehingga massa jenis benda akan berubah jika suhu sekitar berubah menurut fungsi r = ro ( 1 + gDT) dimana r massa jenis pada suhu T, ro massa jenis pada suhu To, g koefisien muai ruang dan DT perubahan suhu.

Ketidakpastian yang kami peroleh sebesar 1,87% dan 1,81% dikarenakan oleh beberapa faktor diantaranya kesulitan kami dalam menyeimbangkan neraca archimedes (karena percobaan dekat kipas angin sehingga kondisi udara tidak stabil), kurang telitinya kami dalam melihat skala pada neraca Archimedes, serta gliserin yang digunakan terkontaminasi oleh air (benda padat yang masih basah dimasukkan dalam air).

Adapun contoh penerapan hukum Archimedes dalam kehidupan sehari-hari adalah kapal, kapal selam, balon helium dan lain-lain.

 

KESIMPULAN

Percobaan menentukan massa jenis zat padat bentuk tak kontinu dan massa jenis zat cair dengan menggunakan neraca Archimedes diperoleh hasil massa jenis kuningan sebesar  (8,40 ± 0,07) gr/cm3 dan massa jenis tembaga sebesar (1,21±0,02) gr/cm3 dengan taraf ketidakpastian berturut-turut sebesar 1,87% dan 1,81%. Hasil tersebut belum sesuai dengan nilai teoritis massa jenis kuningan (8,6 gr/cm3) dan gliserin (1,26 gr/cm3) dikarenakan beberapa faktor diantaranya pengaruh suhu ruang (32°C) dan tekanan udara ruang (750 mmHg) yang belum standar, kesulitan menyeimbangkan neraca archimedes (karena percobaan dekat kipas angin sehingga kondisi udara tidak stabil), kurang teliti dalam melihat skala pada neraca Archimedes, serta gliserin yang digunakan terkontaminasi oleh air (benda padat yang masih basah dimasukkan dalam air).

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Resnick, Holiday. 1999. Fisika Jilid 1 Edisi ketiga. Jakarta: Erlangga.

Tim. 2004. Panduan Praktikum Fisika dasar I. Surabaya: Unipress-UNESA.

Zemansky, Sears. 1994. Fisika Untuk Universitas 1. Bandung: Bina Cipta

Giancoli, Douglas. 2001. Fisika. Jakarta: Erlangga

Catatan :  – Analisis hanya ditulis hasil akhir dan hitungannya ditulis dalam lampiran

  – Jawaban pertanyaan ditulis dalam lampiran

  – Laporan ditulis tangan

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s